[Movie review] The Bucket List

bucket-3

Setelah kemarin bahas beberapa film romantis, mari kita sekarang membahas film ringan yang satu ini : The Bucket List. Waktu pertama saya melihat poster / cover film ini, kesan yang pertama adalah : ini kayanya film yang membosankan. Tapi karena melihat 2 nama besar sebagai aktornya, saya agak tertarik, Jack Nicholson (Pemeran Joker di  Batman lama) dan Morgan Freeman, dua bintang veteran yang sekarang sudah lumayan berumur, tapi masih bersinar.

Tapi begitu nonton, sejak menit-menit pertama saya langsung tertarik karena film ini sangat mengalir dan akting bintangnya yang mempesona. Carter (Morgan Freeman) adalah seorang montir yang divonis menderita kanker sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan Edward (Jack) adalah seorang pengusaha yang sangat kaya dan sekaligus pemilik rumah sakit tempat Carter dirawat. Tapi ternyata Edward juga menderita kanker, sehingga harus dirawat di rumah sakit miliknya sendiri, sekamar dengan Carter.

Terciptalah sebuah suasana yang aneh, dimana Carter adalah seorang bapak yang sangat sederhana, sayang keluara, dengan Edward yang sangat kaya dan flamboyan. Setelah hasil pemeriksaan keluar, baru diketahui bahwa penyakit mereka berdua sudah sangat parah, dan umur mereka tinggal beberapa bulan lagi. Dari situlah mereka sepakat untuk berserah, dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan mengejar hal-hal yang belum pernah kesampaian sepanjang hidup mereka. Daftar mimpi mereka itu dituliskan dalam secarik kertas : bucket list.

bucket-2

Isi daftar keinginan itu aneh-aneh, dan kadang lucu. Seperti ingin skydiving, drag racing, ingin mencium wanita tercantik di dunia, dan lain lain. Dan keinginan itu dapat terpenuhi karena Edward memang kaya luar biasa. Jadilah mereka berdua berkeliling dunia untuk mengejar mimpi-mimpi mereka berdua yang belum kesampaian.

bucket1

Ide cerita film ini sebenarnya sangat sederhana. Tapi yang menarik adalah karya penulis brilian Rob Reiner (When Harry met Sally), yang mampu mengemas film ini sehingga alurnya menjadi sangat ringan dan menarik untuk diikuti. Akting dua bintang kawakan Jack dan Freeman pun juga terlihat sangat menarik di sini, karena chemistry karakter mereka berdua di film ini sangat kuat. Film ini juga dibumbui oleh humor-humor segar, dimana dua pria tua yang umurnya tinggal beberapa bulan lagi, masih sok gaya mengejar mimpi mereka yang tertinggal. Menyentuh, tapi dengan ending yang memuaskan.

Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga, sahabat, atau kekasih anda saat anda menginginkan tontonan yang ringan dengan pesan moral yang baik.

Enjoy…

[Movie Review] Defitely Maybe (2008)

Salah satu film yang berkesan buat gw : Definitely Maybe. Film ini diawali dengan percakapan antara seorang ayah dengan putrinya, Maya (Abigael Breslin). Gadis kecil itu dihadapkan dengan sebuah konflik dimana ayah ibunya akan bercerai. Karena itu, Maya ingin tahu, bagaimana kehidupan ayahnya, William Hayes (Ryan Reynolds) sebelum menikah, dan bagaimana ayahnya bertemu dengan ibunya.

Cerita pun berjalan mundur, ke waktu dimana Hayes masih muda. Pertama dia punya pacar Emily (Elizabeth Banks), mereka berdua sudah mulai mapan, sampai akhirnya Hayes harus pergi ke kota untuk menjadi tim kampanye. Di kota Hayes dikenalkan oleh Emily ke salah satu temannya, Summer (Rachel Weisz, damn! cantik banget!). Rachel adalah seorang journalist, smart, cantik, dan menarik. Dan di lingkungan kerjanya, Hayes juga berkenalan dengan seorang gadis tukang fotocopy bernama April (Isla Fisher). Cara kenalannya lucu, bertaruh rokok siapa yang paling tahan lama, hahaha.

Sepanjang film, kita akan berada di posisi Maya, si gadis kecil. Yang terus menebak, siapa di antara wanita di cerita ayahnya yang akan menjadi ibunya. Nama ketiga wanita itu disamarkan, tapi kita senantiasa diberi clue-clue yang membuat kita penasaran. Bersama Maya, kita ikut membuat check list, wanita mana yang paling sesuai untuk jadi ibunya. Apakah Emily, cinta pertama, April yang kekanak-kanakan, ataukan Summer yang cantik, smart dan dewasa.

Ada beberapa hal yang menarik di film ini. Yang paling terlihat adalah acting pemainnya yang sangat bagus, serta chemistry yang sangat kuat di antara mereka. Terutama hubungan ayah dan anak yang diperankan dengan sangat apikoleh Hayes (Ryan) dan Maya (Abi). Relasi antara Hayes dan wanita-wanita yang singgah di hidupnya juga digambarkan dengan sangat apik oleh sang sutradara, Adam Brooks. Pertemuan demi pertemuan dibuat menjadi sangat alami, menarik, tidak dibuat-buat. Sepanjang film kita akan selalu dibuat menebak-nebak, apakah ini si Ibu yang dimaksud? Dan kita baru akan tahu jawabannya di akhir film.Semua cerita di film ini diracik dengan baik, dan menggelitik. Alurnya berjalan dengan ringan, sehingga kita bisa mengikuti film ini tanpa harus mengerutkan kening.

Satu hal yang membuat film ini istimewa untuk saya. Yaitu endingnya. Saat anda sudah bisa berkata : “Wah, filmnya baguuuss”, ternyata belum selesai sampai disitu. Penonton masih disuguhi dengan sebuah perjalanan singkat, yang menghubungkan semua relasi yang ada di film itu. Bagian inilah yang membedakan film ini dengan film-film drama lainnya.

Sebuah film yang pantas untuk ditonton dengan kekasih anda di akhir pekan, ato ditonton sendiri, dan anda akan tersenyum simpul di akhir film itu.

ps : susah banget gw nulisnya, tanpa berusaha ngasih spoiler – -”

[Movie review]Knight Rider 2008

Hayo ngaku, siapa yang dulu pas masih kecil udah suka nonton film? Seinget gw, pas gw masih SD, udah banyak film serial bagus yang sering diputer di TV. Contohnya: The A Team, Air Wolf, Mac Gyver, trus yang paling gw suka : Knight Rider ! Hohohoho . .

Dulu gw suka banget pas nonton Kitt ama Michael beraksi. Pasti semua tau lah ya, Kitt itu adalah sebuah Pontiac Trans-Arm tahun 1982 yang bisa ngomong! Gw lupa seh, kemampuan ni mobil apa lagi pas di film itu, tapi yang jelas pas waktu itu, udah keren banget.

Nih gambar Kitt yang taun 82. Agak jadul, tapi tetep futuristik dan keren. Bentuk bodynya agak cenderung lancip, gepeng, dan cirinya yang paling khas adalah bar merah yang ada di bagian depan body nya yang nyala-nyala pas dia ngomong.


Trus ini gambarnya si Michael Knight, ato biasa disebut Mike, partner setia Kitt di film itu. Diperankan oleh David Hasselhoff.

Nah, kabar terbaru yang gw dapet dari si David ini, setelah dia pensiun memerankan Mike, dia direkrut oleh Bikini Bottom’s Enterprise buat jadi sopir [merangkap] kendaraan pribadi spongebob, tragis banget ya ??  >.<.

Nah, back to topic. Taun ini film Knight Rider itu di-remake. Dengan konsep yang sama seperti dulu, tapi jauh disesuaikan dengan keadaan pasar sekarang. Ide ceritanya sama, yaitu sebuah mobil yang bisa ngomong, yang berkelana menumpas kejahatan /(- -”)/    (- -”) bareng partnernya. Di sini yang jadi partnernya juga bernama Mike, karena dia ternyata putra dari Michael Knight di film jadulnya.Trus Kitt sekarang car-model nya pake Ford Shelby GT 500 KR Mustang, jadi keliatan agak ‘berisi’ dibanding Kitt model lamanya yang kurus langsing.

Silahkan bandingkan sendiri

Ceritanya, si profesor yang dulu bikin Kitt itu, telah membuat ulang mobil macem Kitt juga, tapi dengan teknologi yang jauh lebih maju. Ceritanya dia pake nano-technology, jadi setiap bagian mobil itu terdiri dari partikel-partikel sangat kecil, yang bisa bergerak bebas, dan menyesuaikan dengan kondisi saat itu. Termasuk auto-repair pas mobilnya kena damage, ditembak, ato bahkan pas bannya bocor (kasian tukang tambal ban, jadi ga laku – -”). Nah, karena nano-technology itu juga, Kitt sekarang bisa merubah bentuknya sendiri. Sejauh ini, sampe episode 3, ada 3 bentuk mode. Yaitu normal mode, itu pas keadaan biasa, senjata lengkap. Trus attack mode, itu buat maximum speed. Trus sama mode 4wd, buat off-road. Pas ngeliat proses berubahnya, jadi kerasa kaya nonton transformer, hehe.

Ni Kitt yang baru pas di attack-mode, ganteng yah?

Yang jelas, di remake ini, banyak hal yang udah dirubah dari film aslinya dulu. Ini semua tentu saja buat menyesuaikan dengan kondisi pasar film serial sekarang, yang sebagian besar adalah remaja. Jadi aktor dan aktrisnya ganteng dan cantik2, dengan baju yang (ehm . .) bagus lah pokoknya. Tar silahkan tonton sendiri, daripada kalo gw kasi skrinsut, blog gw dijaring ama UU-ITE (- -”). Banyak adegan yang disesuaikan dengan keadaan sekarang, misalnya road race, pink slip (hayo, penggemar race pasti tau artinya), trus episode di pantai. Eye candy banget lah pokoknya.

Banyak pro dan kontra tentang remake film ini. Kontra kebanyakan datang dari penggemar fanatik yang udah ngikutin film lamanya sampe penuh. Karena emang dari segi casting, directing, dan acting pemerannya tergolong biasa aja. Tapi dari sisi entertaining nya, remake ini jelas sangat menghibur. Mobil-mobil keren dipajang di sini, cewe-cewe cantik, segala macem hi-techno. Kalo nonton, jangan mikir logis dan ngga nya dulu, just enjoy the show ! Hahahaa.

Ada satu hal yang menarik di film 2008 ini, ternyata semua mobil yang dipake di situ adalah Ford! Entah kebetulan, ato emang sponsor utamanya, haha.