Lelah..

dog-tired

Sebuah pesan singkat aku tulis, “Nonton Twillight yu, film bagus loh itu!”. Beberapa jam kemudian sebuah balasan datang, “Wah, iya Aan, aku mau banget nonton itu. Besok pagi aku ke tempatmu, aku pengen maen, sama pengen sarapan bareng ditempatmu”. Aku tersenyum, seorang sahabat lama, yang sempat tinggal dihatiku, lama.

Malam itu,  jam 22.00. Di kantor aku sudah mulai gelisah, pengen pulang, biar besok bisa bangun pagi, beres2 rumah, biar besok pas sahabat datang, rumahku udah ngga kaya kapal pecah.

Paginya, aku bangun jam 06.00 tepat. Beres rumah, sapu2, membuat biar semuanya nampak menyenangkan. Aku udah beli indomie goreng instan, lengkap dengan telur, karena kemarin dia bilang lagi pengen banget makan indomie goreng pake telor. Tiba-tiba sebuah pesan singkat datang, “Aan, aku berangkat nanti jam 8. Tar sore kalo udah beres aku kabari lagi”. Hmmm, ada yang janggal, koq nanti sore? Ya sudahlah, aku lanjutkan beres-beres dengan hati senang. Seorang sahabat istimewa akan datang.

Jam 09.00, aku mulai bertanya-tanya, koq belum datang juga? Aku kirimkan pesan, bertanya. Jawabnya singkat, “Aku ngurus sesuatu dulu di cipaganti dulu, nanti aku sms lagi”.

Jam demi jam berlalu…

Aku menunggu…

Setiap panggilan telponku masuk, tapi tak terjawab.

Hari itu aku sama sekali tidak keluar rumah, menunggu, siapa tahu tiba2 sahabat itu muncul di depan rumah, aku harus siap menyambutnya.

Jam 17.00. Aku gelisah. Ada apa ini? Aku kirim pesan, “Aku ada perlu di kantor, tar langsung kesana aja. Aku tunggu. Aku kangen kamu.” Singkat, jelas. Aku tidak menutup-nutupi lagi.

Waktu terus berlalu, tetap tidak ada jawaban.

Jam 19.00. Sebuah pesan singkat masuk, “Aan…” Jawabku, “Ya, kamu dimana? Aku tunggu kamu di kantor ya, tar langsung ke sini aja, nanti aku antar kamu pulang”

Jawaban, “Maap Aan, aku ngga bisa, aku tadi seharian ngurus undangan. Bulan april sudah dekat.”

“Oh, ok. Kalo gitu kamu pulang aja dulu, istirahat.

Aku juga,

lelah….”

[Game Review] FF-VII Dirge of Cerberus

cerberus-cd-cover1

Overview

Game ini adalah sekuel dari FF-VII yang ada di PS 1. Mengambil tokoh utama yaitu Vincent Valentine, seorang gunner. Untuk para penggemar final fantasy saga, pasti sudah tidak asing lagi dengan tokoh ini, karena dia adalah secret character di FF-VII. Game ini mengambil setting waktu 1 tahun setelah film FF-VII Advent Children(film ini settingnya 2 taun setelah game), dimana saat itu shinra sudah tinggal puing-puing setelah Jenova battle. Yah, seperti itulah, detailnya para penggemar FF VII pasti udah tau.

Dirge of cerberus adalah salah satu karya Tetsuya Nomura, yang juga menggarap game aslinya, dan film Advent Children. Jadi semua tokoh yang ada di sini mempunyai detil yang sama persis dengan Advent Children. Pasti belum lupa kan, gimana indahnya detil karakter di film itu, Cloud Strife, Tifa Lockheart, Barret, Yuffie, Cid, Red XIII, sama caith sith. Potongan-potongan movie di film ini dibuat dengan engine yang sama dengan Advent children, jadi gambarnya juga sebagus di film itu.

924449_20060808_screen0171

924449_20060808_screen0191

Gameplay

gameplay2

Game ini dimainkan secara FPS (First Person Shooting). Ya iyalah, jelas2 senjata Vincent itu pistol. Ada 3 jenis pistol yang bisa dipakai Vincent di game ini + 1 ultimate gun. Setiap pistol bisa diupgrade dan dimodifikasi sesuai keinginan kita, karena pistolnya bisa dipisah2 tiap komponen. Jadi bisa upgrade revolvernya, equipment, scope. Karena ini sekuel FF VII, pasti nggak ketinggalan : Materia. Kita bisa menambahkan elemen materia ke dalam pistol untuk magic casting.

Control untuk game ini relatif mudah, apalagi bagi para penggemar game FPS. Untuk yang belum terbiasa pun bisa dibantu dengan auto-precission, karena crosshairnya lumayan gede. Game ini punya banyak banget potongan cerita, jadi memuaskan bagi gamer yang suka sama game bercerita detail. Tapi event2nya juga bisa di skip kalo lebih pengin ngejar gameplay.

Result

Kemarin gw ambil difficulty easy, karena ngejar cerita :p. Jadi gw tadi siang bisa gw tamatin dalam waktu 13 jam. Lumayan singkat. Tapi gw puas banget, karena bisa maen versi lain dari Final Fantasy, yaitu versi action. Trus ceritanya juga bagus. Score : 8,3

credits : Tante Iis yang sudah berbaik hati meminjamkan DVD gamenya ke awa :)