Jawaban

thinking-pic

28 Februari 2009,

Ya, jawaban dari semua pertanyaanku aku dapat,

Sebuah fakta yang tak sama,

Semua keraguan yang tadinya aku tepis dengan sebuah senyuman,

Terjawab sudah.

30 hari setelah hari itu,

Aku rasa sudah cukup waktuku untuk semua ini,

Aku berjalan, aku melangkah,

Aku menengadah.

Terima kasih,

Telah membuatku melihat dunia,

Dalam warna yang berbeda.

Candlelight . .

20080514114739_candlelight1

aku duduk di sebuah gasebo yang terbuat dari susunan anyaman bambu,
sebuah rumah makan di daerah bandung atas yang berangin dan dingin,
dari situ bisa terlihat sebagian kota bandung, kerlip-kerlip, indah.
dia bersimpuh di sebelahku, dengan baju berlapis-lapis.
baju dia sendiri, jaket rajut tebal, dan jaketku yang kedodoran di pundaknya yang mungil.
geli aku melihatnya,
dasar wanita, pikirku.
mau berkorban apapun demi penampilan.

sore tadi, waktu aku jemput,
setelah aku dibuat menunggu 1 jam 20 menit di depan rumahnya,
aku melihat dia berdiri di pintu.
dalam balutan sackdress hijau, cantik sekali,
“Yok makan, aku udah laper banget”
aku tertawa dalam hati,
pinter banget cari alasan, pikirku.

makanan datang: ayam panggang, pecel lele, dan es cincau pesanannya.
ternyata rasanya tidak sesuai dengan suasana yang disajikan di situ.
dia langsung tanggap,
“ya udah to, anggep aja kita bayar sewa tempat buat ngobrol, hahaha”

dalam hati aku mengiyakan, “the price is really worth the place, but not the food” :)

ponsel di dalam tasnya berdering,
“tolong, jangan angkat itu”, kataku,
dia tersenyum, mengangguk pelan,
tangannya menyibukkan diri mengaduk-aduk es cincau pesanannya,
ponselnya kembali berdering, berkali-kali,
pandangan matanya terlihat agak gelisah,

aku menggeser dudukku, mendekatkan badanku ke dia, berusaha melindungi dia dari angin perbukitan yang dingin menusuk,

aku tetap diam, memalingkan pandangan ke pasangan di gasibo sebelah, mbak-mbak sama pacarnya yang berbincang dengan sangat cerewet

dia menggeser duduknya,
dia menempelkan pipinya di pundak belakangku,
lama..

aku melihat wajahnya di bawah sinar lampu gasibu jingga,
pantulan terbiaskan dalam rupa yang meneduhkan, luar biasa.

“Iya, aku bisa ngerti koq..  “

aku berdiri, berjalan ke kasir yang dipenuhi pelayan-pelayan yang sedang seru nonton bola, perlu ku tegur berkali-kali, sampai dia menghitung kembalian dengan benar,

dia menunggu di ujung pagar, merapatkan jaket hitamku,

menatap kerlip lampu kota bandung yang mampu membius setiap orang untuk diam berjam-jam mengagumi itu semua.

Aku nyalakan sebatang rokok, berdiri berdua dalam diam yang menyejukkan.

“Aku ga akan cuci baju ah seminggu ke depan ah, biar wangi baju kamu tetep nempel terus di bajuku” Katanya sambil melingkarkan tangannya di lenganku.

aku dan dia berjalan,
aku lihat ke langit malam ini,
awan berarak berlomba menyembunyikan bulan dalam pelukan
sebentar tiba-tiba bulan muncul memperlihatkan sinarnya yang rupawan,
aku tersenyum,
kugenggam tangannya, lebih erat

“Yuk, aku antar kamu pulang”

[Movie review] The Bucket List

bucket-3

Setelah kemarin bahas beberapa film romantis, mari kita sekarang membahas film ringan yang satu ini : The Bucket List. Waktu pertama saya melihat poster / cover film ini, kesan yang pertama adalah : ini kayanya film yang membosankan. Tapi karena melihat 2 nama besar sebagai aktornya, saya agak tertarik, Jack Nicholson (Pemeran Joker di  Batman lama) dan Morgan Freeman, dua bintang veteran yang sekarang sudah lumayan berumur, tapi masih bersinar.

Tapi begitu nonton, sejak menit-menit pertama saya langsung tertarik karena film ini sangat mengalir dan akting bintangnya yang mempesona. Carter (Morgan Freeman) adalah seorang montir yang divonis menderita kanker sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan Edward (Jack) adalah seorang pengusaha yang sangat kaya dan sekaligus pemilik rumah sakit tempat Carter dirawat. Tapi ternyata Edward juga menderita kanker, sehingga harus dirawat di rumah sakit miliknya sendiri, sekamar dengan Carter.

Terciptalah sebuah suasana yang aneh, dimana Carter adalah seorang bapak yang sangat sederhana, sayang keluara, dengan Edward yang sangat kaya dan flamboyan. Setelah hasil pemeriksaan keluar, baru diketahui bahwa penyakit mereka berdua sudah sangat parah, dan umur mereka tinggal beberapa bulan lagi. Dari situlah mereka sepakat untuk berserah, dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan mengejar hal-hal yang belum pernah kesampaian sepanjang hidup mereka. Daftar mimpi mereka itu dituliskan dalam secarik kertas : bucket list.

bucket-2

Isi daftar keinginan itu aneh-aneh, dan kadang lucu. Seperti ingin skydiving, drag racing, ingin mencium wanita tercantik di dunia, dan lain lain. Dan keinginan itu dapat terpenuhi karena Edward memang kaya luar biasa. Jadilah mereka berdua berkeliling dunia untuk mengejar mimpi-mimpi mereka berdua yang belum kesampaian.

bucket1

Ide cerita film ini sebenarnya sangat sederhana. Tapi yang menarik adalah karya penulis brilian Rob Reiner (When Harry met Sally), yang mampu mengemas film ini sehingga alurnya menjadi sangat ringan dan menarik untuk diikuti. Akting dua bintang kawakan Jack dan Freeman pun juga terlihat sangat menarik di sini, karena chemistry karakter mereka berdua di film ini sangat kuat. Film ini juga dibumbui oleh humor-humor segar, dimana dua pria tua yang umurnya tinggal beberapa bulan lagi, masih sok gaya mengejar mimpi mereka yang tertinggal. Menyentuh, tapi dengan ending yang memuaskan.

Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga, sahabat, atau kekasih anda saat anda menginginkan tontonan yang ringan dengan pesan moral yang baik.

Enjoy…

Lelah..

dog-tired

Sebuah pesan singkat aku tulis, “Nonton Twillight yu, film bagus loh itu!”. Beberapa jam kemudian sebuah balasan datang, “Wah, iya Aan, aku mau banget nonton itu. Besok pagi aku ke tempatmu, aku pengen maen, sama pengen sarapan bareng ditempatmu”. Aku tersenyum, seorang sahabat lama, yang sempat tinggal dihatiku, lama.

Malam itu,  jam 22.00. Di kantor aku sudah mulai gelisah, pengen pulang, biar besok bisa bangun pagi, beres2 rumah, biar besok pas sahabat datang, rumahku udah ngga kaya kapal pecah.

Paginya, aku bangun jam 06.00 tepat. Beres rumah, sapu2, membuat biar semuanya nampak menyenangkan. Aku udah beli indomie goreng instan, lengkap dengan telur, karena kemarin dia bilang lagi pengen banget makan indomie goreng pake telor. Tiba-tiba sebuah pesan singkat datang, “Aan, aku berangkat nanti jam 8. Tar sore kalo udah beres aku kabari lagi”. Hmmm, ada yang janggal, koq nanti sore? Ya sudahlah, aku lanjutkan beres-beres dengan hati senang. Seorang sahabat istimewa akan datang.

Jam 09.00, aku mulai bertanya-tanya, koq belum datang juga? Aku kirimkan pesan, bertanya. Jawabnya singkat, “Aku ngurus sesuatu dulu di cipaganti dulu, nanti aku sms lagi”.

Jam demi jam berlalu…

Aku menunggu…

Setiap panggilan telponku masuk, tapi tak terjawab.

Hari itu aku sama sekali tidak keluar rumah, menunggu, siapa tahu tiba2 sahabat itu muncul di depan rumah, aku harus siap menyambutnya.

Jam 17.00. Aku gelisah. Ada apa ini? Aku kirim pesan, “Aku ada perlu di kantor, tar langsung kesana aja. Aku tunggu. Aku kangen kamu.” Singkat, jelas. Aku tidak menutup-nutupi lagi.

Waktu terus berlalu, tetap tidak ada jawaban.

Jam 19.00. Sebuah pesan singkat masuk, “Aan…” Jawabku, “Ya, kamu dimana? Aku tunggu kamu di kantor ya, tar langsung ke sini aja, nanti aku antar kamu pulang”

Jawaban, “Maap Aan, aku ngga bisa, aku tadi seharian ngurus undangan. Bulan april sudah dekat.”

“Oh, ok. Kalo gitu kamu pulang aja dulu, istirahat.

Aku juga,

lelah….”

[Game Review] FF-VII Dirge of Cerberus

cerberus-cd-cover1

Overview

Game ini adalah sekuel dari FF-VII yang ada di PS 1. Mengambil tokoh utama yaitu Vincent Valentine, seorang gunner. Untuk para penggemar final fantasy saga, pasti sudah tidak asing lagi dengan tokoh ini, karena dia adalah secret character di FF-VII. Game ini mengambil setting waktu 1 tahun setelah film FF-VII Advent Children(film ini settingnya 2 taun setelah game), dimana saat itu shinra sudah tinggal puing-puing setelah Jenova battle. Yah, seperti itulah, detailnya para penggemar FF VII pasti udah tau.

Dirge of cerberus adalah salah satu karya Tetsuya Nomura, yang juga menggarap game aslinya, dan film Advent Children. Jadi semua tokoh yang ada di sini mempunyai detil yang sama persis dengan Advent Children. Pasti belum lupa kan, gimana indahnya detil karakter di film itu, Cloud Strife, Tifa Lockheart, Barret, Yuffie, Cid, Red XIII, sama caith sith. Potongan-potongan movie di film ini dibuat dengan engine yang sama dengan Advent children, jadi gambarnya juga sebagus di film itu.

924449_20060808_screen0171

924449_20060808_screen0191

Gameplay

gameplay2

Game ini dimainkan secara FPS (First Person Shooting). Ya iyalah, jelas2 senjata Vincent itu pistol. Ada 3 jenis pistol yang bisa dipakai Vincent di game ini + 1 ultimate gun. Setiap pistol bisa diupgrade dan dimodifikasi sesuai keinginan kita, karena pistolnya bisa dipisah2 tiap komponen. Jadi bisa upgrade revolvernya, equipment, scope. Karena ini sekuel FF VII, pasti nggak ketinggalan : Materia. Kita bisa menambahkan elemen materia ke dalam pistol untuk magic casting.

Control untuk game ini relatif mudah, apalagi bagi para penggemar game FPS. Untuk yang belum terbiasa pun bisa dibantu dengan auto-precission, karena crosshairnya lumayan gede. Game ini punya banyak banget potongan cerita, jadi memuaskan bagi gamer yang suka sama game bercerita detail. Tapi event2nya juga bisa di skip kalo lebih pengin ngejar gameplay.

Result

Kemarin gw ambil difficulty easy, karena ngejar cerita :p. Jadi gw tadi siang bisa gw tamatin dalam waktu 13 jam. Lumayan singkat. Tapi gw puas banget, karena bisa maen versi lain dari Final Fantasy, yaitu versi action. Trus ceritanya juga bagus. Score : 8,3

credits : Tante Iis yang sudah berbaik hati meminjamkan DVD gamenya ke awa :)

Tunggu bentar yaa . .

waiting

Gw udah lama ga bahas ginian, sekali2 flashback ah, mumpung status masih “single” baik secara de jure maupun de facto :) .

Ada fenomena yang menarik yang bisa gw amati dengan beberapa wanita yang ada di sekitar gw. Ups, tunggu dulu, sebelum melangkah terlalu jauh, gw tekankan dulu di sini, ini cuma opini pribadi gw, kalo ada ketidaksesuaian ato malah ‘pas’ dengan aslinya, mohon dipermaafken.

Fenomena ini adalah saat dimana cewe bilang : “Tunggu bentar ya . .” Ini biasa terjadi pas gw lagi ngajak seorang cewe pergi, entah cuma ngajak sarapan, jalan2, dinner, ato apalah, pokoke pergi dari rumah lah. Tahukah kalian wahai para wanita, bahwa cowok itu biasanya mengartikan ‘bentar‘ itu dengan 5-10 menit lah. Tapi kejadian di lapangan, ‘bentar’ itu kadang bisa berubah menjadi 1 jam, 2 jam, ato bahkan rekor gw menunggu : 3 jam!!

Alasan yang diungkapkan biasanya sama : “Sorry, tadi siap2 dulu . .”. Iya se, biasanya itu semua akan terbayar saat ketemu, dan ngeliat penampilan si dia yang WOW! Gw dulu ga pernah nyesel nungguin mantan gw siap2 :) . Tapi, tahukan kalian wahai para wanita, bahwa bagi kami, menunggu itu adalah pekerjaan yang sangat mengesalkan.

Kadang gw pengen ngajak cewe gw buat makan siang, ato makan malem, dan niat itu tu munculnya tiba2. Misal gw lagi balik dari kantor, laper, pengen makan, pasti ingetnya “ah, pengen makan sama cewe gw ah”. Pas ditelpun jawabnya seh “Ok, yu aku temeni makan, tapi bentar ya, aku mandi dulu”. Kejadian sesungguhnya : Gw pulang, sampe rumah, sempet nonton knight rider dulu 3 episode (3×45 menit – -” ), trus akhirnya gw mandi dulu.

Pas akhirnya di miscal, gw turun, ternyata beliaunya udah nunggu dengan dandanan siap pergi, padahal niatnya cuma pengen ngajak makan nasi goreng depan kosan :) ). Yah, it was sweet though :) . Akhirnya gw ga tega, trus kita jadinya pergi ke Suis Butcher, kasian dandannya, ahahaha.

Gw jadi kadang bingung, pengen ngajak makan bareng, ato pengen minta ditemenin ke BEC ato gimana, tapi kalo ngitung estimasi waktu ‘nunggu’nya itu, kayanya gw udah keburu selesai duluan de. Jadi mending gw selesaiin sendiri, baru kalo pengen pergi berdua, kasi tau dulu seminggu sebelumnya (berlebihan deng . .).

Bahkan fenomena ini ga cuma terjadi ama cewe gw. Gw pernah ngajak makan temen gw, cuma pengen makan nasi padang. Pas itu gw udah lapar mampus karena belum makan siang, dan itu udah jam 5 sore. Rencana gw : gw pulang kantor, jam 5, dia juga udah selesai ngantor jam segitu, gw jemput, kita langsung makan. Ternyata kejadian di lapangan, ada sms : “bro, gw pulang dulu ke kosan de, mau ganti baju dulu”. – -”

Mbak-mbak, sebenernya tanpa mbak harus ganti baju dulu lah, mandi dulu lah, dandan dulu lah, dengan kehadiranmu di deket aku, itu udah SANGAT cukup. Kalo mau bikin acara apa2, harus nunggu 1-2 jam dulu, kadang itu udah bikin males dulu. So, be wise ya :)

Posted in curhat. 7 Comments »

[Movie Review] Defitely Maybe (2008)

Salah satu film yang berkesan buat gw : Definitely Maybe. Film ini diawali dengan percakapan antara seorang ayah dengan putrinya, Maya (Abigael Breslin). Gadis kecil itu dihadapkan dengan sebuah konflik dimana ayah ibunya akan bercerai. Karena itu, Maya ingin tahu, bagaimana kehidupan ayahnya, William Hayes (Ryan Reynolds) sebelum menikah, dan bagaimana ayahnya bertemu dengan ibunya.

Cerita pun berjalan mundur, ke waktu dimana Hayes masih muda. Pertama dia punya pacar Emily (Elizabeth Banks), mereka berdua sudah mulai mapan, sampai akhirnya Hayes harus pergi ke kota untuk menjadi tim kampanye. Di kota Hayes dikenalkan oleh Emily ke salah satu temannya, Summer (Rachel Weisz, damn! cantik banget!). Rachel adalah seorang journalist, smart, cantik, dan menarik. Dan di lingkungan kerjanya, Hayes juga berkenalan dengan seorang gadis tukang fotocopy bernama April (Isla Fisher). Cara kenalannya lucu, bertaruh rokok siapa yang paling tahan lama, hahaha.

Sepanjang film, kita akan berada di posisi Maya, si gadis kecil. Yang terus menebak, siapa di antara wanita di cerita ayahnya yang akan menjadi ibunya. Nama ketiga wanita itu disamarkan, tapi kita senantiasa diberi clue-clue yang membuat kita penasaran. Bersama Maya, kita ikut membuat check list, wanita mana yang paling sesuai untuk jadi ibunya. Apakah Emily, cinta pertama, April yang kekanak-kanakan, ataukan Summer yang cantik, smart dan dewasa.

Ada beberapa hal yang menarik di film ini. Yang paling terlihat adalah acting pemainnya yang sangat bagus, serta chemistry yang sangat kuat di antara mereka. Terutama hubungan ayah dan anak yang diperankan dengan sangat apikoleh Hayes (Ryan) dan Maya (Abi). Relasi antara Hayes dan wanita-wanita yang singgah di hidupnya juga digambarkan dengan sangat apik oleh sang sutradara, Adam Brooks. Pertemuan demi pertemuan dibuat menjadi sangat alami, menarik, tidak dibuat-buat. Sepanjang film kita akan selalu dibuat menebak-nebak, apakah ini si Ibu yang dimaksud? Dan kita baru akan tahu jawabannya di akhir film.Semua cerita di film ini diracik dengan baik, dan menggelitik. Alurnya berjalan dengan ringan, sehingga kita bisa mengikuti film ini tanpa harus mengerutkan kening.

Satu hal yang membuat film ini istimewa untuk saya. Yaitu endingnya. Saat anda sudah bisa berkata : “Wah, filmnya baguuuss”, ternyata belum selesai sampai disitu. Penonton masih disuguhi dengan sebuah perjalanan singkat, yang menghubungkan semua relasi yang ada di film itu. Bagian inilah yang membedakan film ini dengan film-film drama lainnya.

Sebuah film yang pantas untuk ditonton dengan kekasih anda di akhir pekan, ato ditonton sendiri, dan anda akan tersenyum simpul di akhir film itu.

ps : susah banget gw nulisnya, tanpa berusaha ngasih spoiler – -”

[Movie review]Knight Rider 2008

Hayo ngaku, siapa yang dulu pas masih kecil udah suka nonton film? Seinget gw, pas gw masih SD, udah banyak film serial bagus yang sering diputer di TV. Contohnya: The A Team, Air Wolf, Mac Gyver, trus yang paling gw suka : Knight Rider ! Hohohoho . .

Dulu gw suka banget pas nonton Kitt ama Michael beraksi. Pasti semua tau lah ya, Kitt itu adalah sebuah Pontiac Trans-Arm tahun 1982 yang bisa ngomong! Gw lupa seh, kemampuan ni mobil apa lagi pas di film itu, tapi yang jelas pas waktu itu, udah keren banget.

Nih gambar Kitt yang taun 82. Agak jadul, tapi tetep futuristik dan keren. Bentuk bodynya agak cenderung lancip, gepeng, dan cirinya yang paling khas adalah bar merah yang ada di bagian depan body nya yang nyala-nyala pas dia ngomong.


Trus ini gambarnya si Michael Knight, ato biasa disebut Mike, partner setia Kitt di film itu. Diperankan oleh David Hasselhoff.

Nah, kabar terbaru yang gw dapet dari si David ini, setelah dia pensiun memerankan Mike, dia direkrut oleh Bikini Bottom’s Enterprise buat jadi sopir [merangkap] kendaraan pribadi spongebob, tragis banget ya ??  >.<.

Nah, back to topic. Taun ini film Knight Rider itu di-remake. Dengan konsep yang sama seperti dulu, tapi jauh disesuaikan dengan keadaan pasar sekarang. Ide ceritanya sama, yaitu sebuah mobil yang bisa ngomong, yang berkelana menumpas kejahatan /(- -”)/    (- -”) bareng partnernya. Di sini yang jadi partnernya juga bernama Mike, karena dia ternyata putra dari Michael Knight di film jadulnya.Trus Kitt sekarang car-model nya pake Ford Shelby GT 500 KR Mustang, jadi keliatan agak ‘berisi’ dibanding Kitt model lamanya yang kurus langsing.

Silahkan bandingkan sendiri

Ceritanya, si profesor yang dulu bikin Kitt itu, telah membuat ulang mobil macem Kitt juga, tapi dengan teknologi yang jauh lebih maju. Ceritanya dia pake nano-technology, jadi setiap bagian mobil itu terdiri dari partikel-partikel sangat kecil, yang bisa bergerak bebas, dan menyesuaikan dengan kondisi saat itu. Termasuk auto-repair pas mobilnya kena damage, ditembak, ato bahkan pas bannya bocor (kasian tukang tambal ban, jadi ga laku – -”). Nah, karena nano-technology itu juga, Kitt sekarang bisa merubah bentuknya sendiri. Sejauh ini, sampe episode 3, ada 3 bentuk mode. Yaitu normal mode, itu pas keadaan biasa, senjata lengkap. Trus attack mode, itu buat maximum speed. Trus sama mode 4wd, buat off-road. Pas ngeliat proses berubahnya, jadi kerasa kaya nonton transformer, hehe.

Ni Kitt yang baru pas di attack-mode, ganteng yah?

Yang jelas, di remake ini, banyak hal yang udah dirubah dari film aslinya dulu. Ini semua tentu saja buat menyesuaikan dengan kondisi pasar film serial sekarang, yang sebagian besar adalah remaja. Jadi aktor dan aktrisnya ganteng dan cantik2, dengan baju yang (ehm . .) bagus lah pokoknya. Tar silahkan tonton sendiri, daripada kalo gw kasi skrinsut, blog gw dijaring ama UU-ITE (- -”). Banyak adegan yang disesuaikan dengan keadaan sekarang, misalnya road race, pink slip (hayo, penggemar race pasti tau artinya), trus episode di pantai. Eye candy banget lah pokoknya.

Banyak pro dan kontra tentang remake film ini. Kontra kebanyakan datang dari penggemar fanatik yang udah ngikutin film lamanya sampe penuh. Karena emang dari segi casting, directing, dan acting pemerannya tergolong biasa aja. Tapi dari sisi entertaining nya, remake ini jelas sangat menghibur. Mobil-mobil keren dipajang di sini, cewe-cewe cantik, segala macem hi-techno. Kalo nonton, jangan mikir logis dan ngga nya dulu, just enjoy the show ! Hahahaa.

Ada satu hal yang menarik di film 2008 ini, ternyata semua mobil yang dipake di situ adalah Ford! Entah kebetulan, ato emang sponsor utamanya, haha.

Liburan, uhuy2 . .

Tadi pagi, pas ngecek imel, tau2 ada kiriman dari Vian. Isinya foto2 pas lagi liburan kemarin.Jadi ceritanya, di belakang rumah gw tu ada beberapa kolam ikan. Ada 5 kolam kalo ga salah (rumah sendiri tapi lupa, hehe). Jadi satu kolam itu dipake buat ikan hias yang warna-warni, trus kalo berenang pantatnya egol-egol. Di atasnya ada gasebo buat duduk2, cari angin, cari inspirasi,  cari upil, sayang ga bisa buat cari jodoh. Trus 2 lagi buat ikan non-hias, pokoknya jenis ikan pantas-makan lah, hohoho (ketauan rakusnya – -”).

Nah, di salah satu kolam itu, hiduplah sebuah keluarga kecil bahagia sejahtera, yang terdiri dari 6 ekor ikan Warna-Item-Namun-Diduga-Itu —  gigantisme (disingkat ikan W-I-N-D-I Gigantisme, kesesuaian nama tidak ditujukan ke satu pihak manapun, peace ^^). Ternyata belakangan diketahui dari Bunda yang sarjana Biologi, bahwa mereka termasuk spesies Ikan Patin. But thanks to Tania atas sumbangan imbuhan Gigantisme nya.

Nah ini adalah beberapa prosesi mulai dari penangkapannya, eksekusi (gagal ditampilin, takut diciduk ama UU-ITE), dst2.

Tangkapan pertama, hohoho

Trus ini pas udah abis berjuang buat nangkep ikan kedua. Sengaja dipoto atasnya doang, karena bagian bawah basah kuyup, kepleset pas ngejar si ikan Warna-Item-Namun-Diduga-Itu —  gigantisme !!

Dua anak cukup, kalo kata ibu-ibu di iklan Ka-Be . .

Dua anak cukup, kalo kata ibu-ibu di iklan Ka-Be . .

Nah, setelah melalui beberapa proses yang tidak bisa saya jabarkan di sini, sang ikan Gigantisme tadi pun pindah tempat ke panggangan. Saking gedenya, terpaksa dimutilasi biar muat dipanggangan.

Dan ikan pun berenang di lautan kecap . .

Dan ikan pun berenang di lautan kecap . .

.

.

At last : SELAMAT MAKAN ! !

Nyoba part time yuuu . .

Iseng-iseng, bulan lalu gw memantapkan tekad buat pengen nyobain kerjaan part time yang ada di sekitar gw, yaitu Bandung. Bener2 dalam satu bulan itu, gw bener2 abisin buat kerja ngalor ngidul ga jelas, apapun kerjaan diambil, huehehe. Gapapa kali, buat kita mahasiswa tingkat akhir, yang udah ga ada kuliah, daripada banyak waktu yang kebuang buat kegiatan yang ga jelas, mending dipake buat melakukan sesuatu yang produktif.

Jadi gw pengen coba sharing pengalaman gw selama sebulan kemarin, macem-macem kerjaan dan fee yang gw dapet :

  1. Awal bulan, gw kerja jadi operator PMB (Pendaftaran Mahasiswa Baru) di sabuga. Kerjaannya lumayan bikin capek, karena itu sebenernya kerjaan ga susah, tapi repetisi nya sangat banyak. Tapi seneng se, banyak pengalaman menarik di situ. Pertama karena gw kerja bareng temen2, rame, hehe. Trus bisa kenalan ama ngeliat anak2 baru yang lucu2, hehe. Trus yang paling seru, ada satu hari dimana gw ditugaskan buat meng-guide mahasiswa2 asing, dari malaysia. Dari situ gw bisa tau kebudayaan mereka yang ternyata sangat menarik, sekaligus practicing my english, hooohoho. Trus selama seminggu, gw dapet makan siang yang enak2, sama es krim, hehe. Waktu kerja : 5 hari x 6 jam. Gw pulang jam 3 sore, hehe. Honor = Rp. 300.000, -
  2. Di minggu yang sama, gw juga nyambi jadi tim pengajar peserta TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia) tim dari provinsi Gorontalo ama Aceh. Awal-awalnya se gw masi bisa bantu2 ngajar, jelasin algoritma, tapi pas mulai chapter2 akhir, gw cuma jadi pembimbing spiritual mereka, soalnya takut salah kalo mau ngajarin, hahahaha. Tadi PMB kan dari jam 08.00 – 15.00, abis itu langsung gw sambung ke TOKI ini, dari jam 15.00 – 21.00. Gw cuma dapet jatah ngajar selama 6 hari. Bener2 minggu yang melelahkan . . Honor : Rp. 650.000,-
  3. Di minggu kedua, gw dapet order buat bantuin bikin program TA anak TI ITB. Di beberapa jurusan di ITB, ada yang TA nya harus dibikin prototype programnya. Tapi itu pasti butuh waktu untuk mereka buat belajar coding dari awal, jadi kadang mereka butuh bantuan ke anak IF buat bikinin, jadi mereka bisa konsen ke dokumen ama risetnya. Kebetulan gw udah ‘agak’ punya modal di php ama mysql, jadi gw beranikan diri buat ambil kerjaan ini. Waktu pengerjaan sebenernya lumayan singkat, cuma sekitar semingguan (coding ampe mimisan seminggu penuh, sekali2nya seumur hidup gw tu, dari bangun tidur sampe tidur lagi), tapi 2 minggu setelahnya masi tetep harus nemenin buat revisi2. Lumayan capek, cuman menarik. Karena kerjaan ini, gw jadi jauh lebih ngerti php-sql, ohohoho. Karena ini temen gw sejak dulu, makanya gw ga nentuin harga di awal, tapi pas udah selesai, tau2 dikasi honor Rp 1.000.000,-. Gw ga nyangka bakal segede, tapi mayan lah, hehe. Makasih banyak ya sa! (ngerjain TA orang, padahal TA sendiri belum beres – -” )
  4. Sampe sekarang gw masi jadi asisten buat POSS (Pusat Pemberdayaan Open Source Software ITB). Kalo dari sisi gaji, ga ada yang bisa dicari di sini. Honor tetap nya cuma Rp 100.000,- per bulan, hehe. Tapi banyak hal selain gaji yang bisa gw dapetin di sini. Gw jadi dapet banyak kenalan baru, temen-temen se tim yang asik2, kenal ama dosen2, kenal ama orang2 penting di dinas pendidikan, banyak lah. Dan yang paling penting, gw jadi punya basecamp baru, di kantornya POSS yang di depan kampus, enak banget itu buat kerja, kan tempatnya sepi, trus di bawah pohon2 rindang, minggu2 siang gitu, semilir2. Side projectnya sih dikit2 lumayan, kaya kemarin sore, sekali workshop dapet honor Rp 150.000,-. Trus biasanya tiap rapat ada makan siangnya sekalian, hahaha.

Yah, kira2 gitu lah kalo pengen nyobain part time. Ada pahit manisnya. Ada kerjaan yang ga terlalu susah, tapi tiba2 ternyata gajinya gede, ada pula yang kerja rodi. Tapi ada kerjaan yang gaji kecil, tapi sangat menarik buat dijalanin, tinggal dipilih2 aja sesuai minat. Kalo pengen serius dan butuh skill, coba aja buat masuk perusahaan, ada koq di antara mereka yang buka lowongan part time. Contohnya aja kemarin gw ditawarin fajar buat di kerja di Sangkuriang Studio, honornya 2,5jt buat 3 minggu. Tapi gw belum siap untuk komitmen seperti itu, maap jar, dan gw juga belum merasa cukup skill, hehe.

Cuman pesen gw, jangan sampe kerjaan ini mengganggu aktivitas kuliah. Buat batasan yang jelas untuk jatah kerjaan, jangan cuma ngejar duit, trus yang lain jadi keteteran. Lumayan kan? Hasil kerja bulan ini bakal gw pake buat beliin adek gw PS2, biar kita bisa maen sepuasnya pas liburan, hahaha.

Bulan ini gw udah stop semua kerjaan, dan mulai konsen beresin TA. Ok, selamat mencoba.