integrasi Microsoft SQL Server dengan Castle Active Record

sql_server_2005castleinabox

wow, artikel IT saya yang pertama :beer:

Di proyek, saya menggunakan framework Castle Active Record untuk penanganan kelas dan database pada SQL Server 2005 dan Visual Studio .NET. Fungsi masing-masing komponen itu adalah sebagai berikut : Active Record pada awalnya berfungsi untuk menghandle setiap kelas pada database, termasuk proses generate tabel, dan penanganan proses, seperti peletakan prosedur, dst. Active Record menggunakan bahasa C#, dan diletakkan di project VSnya. Sedangkan SQL server 2005 untuk menghandle databasenya.

Ada beberapa kerancuan dalam penggunaan Active Record sebagai penghandle kelas database. Apabila dalam proses perancangan database, semua relasi dan field sudah didefinisikan relatif fixed, tidak akan ada masalah. Tapi kondisi tersebut bisa dibilang sangat ideal, dan tidak mungkin terjadi pada proses software development. Masalahnya di sini, pada pendefinisian database, kita mendefinisikan semua tabel dalam bentuk kelas-kelas di active record, termasuk field dan relasi antar kelas, baru kemudian dari sini kita bisa generate tabel-tabel fisiknya di SQL Server. Apabila semua kelas di-create ke database secara bersama, tidak ada masalah. Tapi kondisi suatu proyek, pasti ada proses tambal sulam, ato bahasa kerennya SDLC. Dimana kadang ada keperluan untuk menambah tabel ato field baru, yang ada relasi ke tabel yang sudah ada.

Error yang muncul biasanya : REFER TO UNMAPPED CLASS bla bla bla . .

Informasi terakhir yang saya dapat, active record belum mensupport penambahan skema relasi di tengah-tengah. Jadi alternatifnya adalah dengan mengulang men-create semua tabel di database secara bersama-sama. Tapi ini tidak mungin dilakukan, karena di tabel lama sudah tersimpan data dan trigger, yang pasti terhapus saat tabel tersebut di-create ulang.

Jadi solusi yang saya ambil, misal akan menambahkan 10 kelas database baru ke tabel lama :

- definisikan kelas-kelas baru dalam active record dalam bentuk PLAIN TABLE, tidak ada relasi ke kelas lama, tapi relasi ke kelas baru yang akan di create, diperbolehkan

- create schema kelas tersebut ke database lama, HANYA create kelas baru saja

- pada tahap ini,  tabel fisik yang baru sudah ada di database, buat relasi ke kelas-kelas lama secara menual lewat SQL Server manajemen studio

- tambahkan juga relasi, BelongsTo, HasMany yang diperlukan di dalam kelas Active Record

- Setiap penambahan tabel baru, lakukan itu. Jadi apa gunanya framework? Mempermudah? >:p

Yeah, benar-benar cara kerja yang sangat tidak efisien, dan berulang-ulang. Tapi mau bagaimana lagi? Ga mungkin tabel orang kita create-ulang kan? :p

Posted in IT. 4 Comments »

nda penting…

[alert] ini post ga penting ya :p [/alert]

Akhir2 ini gw mengisi blog gw dengan post2 yang cenderung personal, yang mungkin kata orang malah sebaiknya ngga buat konsumsi publik. Tapi gw mengalami, dengan menulis, itu sangat membantu gw buat menstabilkan emosi dan pikiran gw. Walo emang agak sulit untuk membatasi isi tulisan supaya tidak terlalu vulgar dan bisa menyakiti orang lain.

Gw mengalami hari-hari yang berat di hidup gw. Gw sekarang lulus, trus ngga tau lagi mau melangkahkan kaki kemana. Sekolah lagi? Kerja? Mau milih kerja dimana? Di jakarta dengan gaji oke, ato di Bandung yang gaji ga terlalu gede tapi suasana kerja nyaman? Ato kah tawaran gaji luar biasa di Ghana? Belum lagi kewajiban moral, karena memang sudah waktunya menghidupi diri sendiri (pasti ini mah). Malu lah ya, udah umur segini masi minta uang saku, hehehe.

Dan jujur aja gw masih sedikit labil, masi dikacaukan sama insiden beberapa bulan yang lalu. Setiap event selalu ngingetin gw, dan itu bikin mood jadi ga nyaman. Berusaha mencari pelarian, yang kadang malah jadi ngga sehat. Makin cepat lah isi sebungkus ini habis, tekor :p.

Trus paskah ini terpaksa gw habiskan di Bandung aja, karena bos gw minta ada yang harus gw kerjain selasa depan. Huff, just gimme a break . .

Jawaban

thinking-pic

28 Februari 2009,

Ya, jawaban dari semua pertanyaanku aku dapat,

Sebuah fakta yang tak sama,

Semua keraguan yang tadinya aku tepis dengan sebuah senyuman,

Terjawab sudah.

30 hari setelah hari itu,

Aku rasa sudah cukup waktuku untuk semua ini,

Aku berjalan, aku melangkah,

Aku menengadah.

Terima kasih,

Telah membuatku melihat dunia,

Dalam warna yang berbeda.

Candlelight . .

20080514114739_candlelight1

aku duduk di sebuah gasebo yang terbuat dari susunan anyaman bambu,
sebuah rumah makan di daerah bandung atas yang berangin dan dingin,
dari situ bisa terlihat sebagian kota bandung, kerlip-kerlip, indah.
dia bersimpuh di sebelahku, dengan baju berlapis-lapis.
baju dia sendiri, jaket rajut tebal, dan jaketku yang kedodoran di pundaknya yang mungil.
geli aku melihatnya,
dasar wanita, pikirku.
mau berkorban apapun demi penampilan.

sore tadi, waktu aku jemput,
setelah aku dibuat menunggu 1 jam 20 menit di depan rumahnya,
aku melihat dia berdiri di pintu.
dalam balutan sackdress hijau, cantik sekali,
“Yok makan, aku udah laper banget”
aku tertawa dalam hati,
pinter banget cari alasan, pikirku.

makanan datang, ayam panggang, pecel lele, dan es cincau pesanannya.
ternyata rasanya tidak sesuai dengan suasana yang disajikan di situ.
dia langsung tanggap,
“ya udah to, anggep aja kita bayar sewa tempat buat ngobrol, hahaha”

ponsel di dalam tasnya berdering,
“tolong, jangan angkat itu”, kataku,
dia tersenyum, mengangguk pelan,
tangannya menyibukkan diri mengaduk-aduk es cincau pesanannya,
ponselnya kembali berdering, berkali-kali,
pandangan matanya terlihat agak gelisah,
“bentar ya, aku sms dulu”,
dia mengambil ponselnya dan duduk mengambil jarak agak jauh dari aku,

“maaf ya, aku harus pulang sebelum jam 8″
“kenapa? bukannya kamu kalo sama temen-temen bisa sampe malem banget?”
“Kalo sama kamu, aku ngga bisa aan..”
“Apa bedanya?”
“Aku takut aku tidak bisa mengendalikan diri aku sendiri”

aku diam,
aku nyalakan sebatang rokok, berusaha mengalihkan perhatianku sendiri,
“Ada hal yang harus kita dahulukan di samping ego kita sendiri”
“Dalam hidup, kita harus selalu menentukan pilihan, dan ini pilihanku”
“Kalo nurutin hati, aku juga pengen lebih lama bareng kamu, tapi kapan kita dewasa kalo terus-terusan nurutin keinginan sendiri?”
“Setiap orang pasti punya saat dimana dia lagi dalam kondisi ‘down’, tapi saat itu terlewati, pasti ada hikmah luar biasa yang bisa kamu ambil”
“Coba lihat kamu sendiri, waktu kamu memutuskan untuk kuliah ke bandung,
kamu juga ‘down’, tapi seiring waktu, kamu bisa berdiri lagi kan?”
aku tetap diam, memalingkan pandangan ke pasangan di gasibo sebelah yang berbincang dengan sangat cerewet

dia menggeser duduknya,
dia menempelkan pipinya di pundak belakangku,
lama..

aku melihat wajahnya di bawah sinar lampu gasibu jingga,
pantulan terbiaskan dalam rupa yang meneduhkan,

“Iya, aku bisa ngerti koq..  “

aku dan dia berjalan,
aku lihat ke langit malam ini,
awan berarak berlomba menyembunyikan bulan dalam pelukan
sebentar tiba-tiba bulan muncul memperlihatkan sinarnya yang rupawan,
aku tersenyum,
kugenggam tangannya, lebih erat

“Yuk, aku antar kamu pulang”

[Movie review] The Bucket List

bucket-3

Setelah kemarin bahas beberapa film romantis, mari kita sekarang membahas film ringan yang satu ini : The Bucket List. Waktu pertama saya melihat poster / cover film ini, kesan yang pertama adalah : ini kayanya film yang membosankan. Tapi karena melihat 2 nama besar sebagai aktornya, saya agak tertarik, Jack Nicholson (Pemeran Joker di  Batman lama) dan Morgan Freeman, dua bintang veteran yang sekarang sudah lumayan berumur, tapi masih bersinar.

Tapi begitu nonton, sejak menit-menit pertama saya langsung tertarik karena film ini sangat mengalir dan akting bintangnya yang mempesona. Carter (Morgan Freeman) adalah seorang montir yang divonis menderita kanker sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan Edward (Jack) adalah seorang pengusaha yang sangat kaya dan sekaligus pemilik rumah sakit tempat Carter dirawat. Tapi ternyata Edward juga menderita kanker, sehingga harus dirawat di rumah sakit miliknya sendiri, sekamar dengan Carter.

Terciptalah sebuah suasana yang aneh, dimana Carter adalah seorang bapak yang sangat sederhana, sayang keluara, dengan Edward yang sangat kaya dan flamboyan. Setelah hasil pemeriksaan keluar, baru diketahui bahwa penyakit mereka berdua sudah sangat parah, dan umur mereka tinggal beberapa bulan lagi. Dari situlah mereka sepakat untuk berserah, dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan mengejar hal-hal yang belum pernah kesampaian sepanjang hidup mereka. Daftar mimpi mereka itu dituliskan dalam secarik kertas : bucket list.

bucket-2

Isi daftar keinginan itu aneh-aneh, dan kadang lucu. Seperti ingin skydiving, drag racing, ingin mencium wanita tercantik di dunia, dan lain lain. Dan keinginan itu dapat terpenuhi karena Edward memang kaya luar biasa. Jadilah mereka berdua berkeliling dunia untuk mengejar mimpi-mimpi mereka berdua yang belum kesampaian.

bucket1

Ide cerita film ini sebenarnya sangat sederhana. Tapi yang menarik adalah karya penulis brilian Rob Reiner (When Harry met Sally), yang mampu mengemas film ini sehingga alurnya menjadi sangat ringan dan menarik untuk diikuti. Akting dua bintang kawakan Jack dan Freeman pun juga terlihat sangat menarik di sini, karena chemistry karakter mereka berdua di film ini sangat kuat. Film ini juga dibumbui oleh humor-humor segar, dimana dua pria tua yang umurnya tinggal beberapa bulan lagi, masih sok gaya mengejar mimpi mereka yang tertinggal. Menyentuh, tapi dengan ending yang memuaskan.

Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga, sahabat, atau kekasih anda saat anda menginginkan tontonan yang ringan dengan pesan moral yang baik.

Enjoy…

Lelah..

dog-tired

Sebuah pesan singkat aku tulis, “Nonton Twillight yu, film bagus loh itu!”. Beberapa jam kemudian sebuah balasan datang, “Wah, iya Aan, aku mau banget nonton itu. Besok pagi aku ke tempatmu, aku pengen maen, sama pengen sarapan bareng ditempatmu”. Aku tersenyum, seorang sahabat lama, yang sempat tinggal dihatiku, lama.

Malam itu,  jam 22.00. Di kantor aku sudah mulai gelisah, pengen pulang, biar besok bisa bangun pagi, beres2 rumah, biar besok pas sahabat datang, rumahku udah ngga kaya kapal pecah.

Paginya, aku bangun jam 06.00 tepat. Beres rumah, sapu2, membuat biar semuanya nampak menyenangkan. Aku udah beli indomie goreng instan, lengkap dengan telur, karena kemarin dia bilang lagi pengen banget makan indomie goreng pake telor. Tiba-tiba sebuah pesan singkat datang, “Aan, aku berangkat nanti jam 8. Tar sore kalo udah beres aku kabari lagi”. Hmmm, ada yang janggal, koq nanti sore? Ya sudahlah, aku lanjutkan beres-beres dengan hati senang. Seorang sahabat istimewa akan datang.

Jam 09.00, aku mulai bertanya-tanya, koq belum datang juga? Aku kirimkan pesan, bertanya. Jawabnya singkat, “Aku ngurus sesuatu dulu di cipaganti dulu, nanti aku sms lagi”.

Jam demi jam berlalu…

Aku menunggu…

Setiap panggilan telponku masuk, tapi tak terjawab.

Hari itu aku sama sekali tidak keluar rumah, menunggu, siapa tahu tiba2 sahabat itu muncul di depan rumah, aku harus siap menyambutnya.

Jam 17.00. Aku gelisah. Ada apa ini? Aku kirim pesan, “Aku ada perlu di kantor, tar langsung kesana aja. Aku tunggu. Aku kangen kamu.” Singkat, jelas. Aku tidak menutup-nutupi lagi.

Waktu terus berlalu, tetap tidak ada jawaban.

Jam 19.00. Sebuah pesan singkat masuk, “Aan…” Jawabku, “Ya, kamu dimana? Aku tunggu kamu di kantor ya, tar langsung ke sini aja, nanti aku antar kamu pulang”

Jawaban, “Maap Aan, aku ngga bisa, aku tadi seharian ngurus undangan buat pernikahanku. Bulan april sudah dekat.”

“Oh, ok. Kalo gitu kamu pulang aja dulu, istirahat.

Aku juga,

lelah….”

[Game Review] FF-VII Dirge of Cerberus

cerberus-cd-cover1

Overview

Game ini adalah sekuel dari FF-VII yang ada di PS 1. Mengambil tokoh utama yaitu Vincent Valentine, seorang gunner. Untuk para penggemar final fantasy saga, pasti sudah tidak asing lagi dengan tokoh ini, karena dia adalah secret character di FF-VII. Game ini mengambil setting waktu 1 tahun setelah film FF-VII Advent Children(film ini settingnya 2 taun setelah game), dimana saat itu shinra sudah tinggal puing-puing setelah Jenova battle. Yah, seperti itulah, detailnya para penggemar FF VII pasti udah tau.

Dirge of cerberus adalah salah satu karya Tetsuya Nomura, yang juga menggarap game aslinya, dan film Advent Children. Jadi semua tokoh yang ada di sini mempunyai detil yang sama persis dengan Advent Children. Pasti belum lupa kan, gimana indahnya detil karakter di film itu, Cloud Strife, Tifa Lockheart, Barret, Yuffie, Cid, Red XIII, sama caith sith. Potongan-potongan movie di film ini dibuat dengan engine yang sama dengan Advent children, jadi gambarnya juga sebagus di film itu.

924449_20060808_screen0171

924449_20060808_screen0191

Gameplay

gameplay2

Game ini dimainkan secara FPS (First Person Shooting). Ya iyalah, jelas2 senjata Vincent itu pistol. Ada 3 jenis pistol yang bisa dipakai Vincent di game ini + 1 ultimate gun. Setiap pistol bisa diupgrade dan dimodifikasi sesuai keinginan kita, karena pistolnya bisa dipisah2 tiap komponen. Jadi bisa upgrade revolvernya, equipment, scope. Karena ini sekuel FF VII, pasti nggak ketinggalan : Materia. Kita bisa menambahkan elemen materia ke dalam pistol untuk magic casting.

Control untuk game ini relatif mudah, apalagi bagi para penggemar game FPS. Untuk yang belum terbiasa pun bisa dibantu dengan auto-precission, karena crosshairnya lumayan gede. Game ini punya banyak banget potongan cerita, jadi memuaskan bagi gamer yang suka sama game bercerita detail. Tapi event2nya juga bisa di skip kalo lebih pengin ngejar gameplay.

Result

Kemarin gw ambil difficulty easy, karena ngejar cerita :p. Jadi gw tadi siang bisa gw tamatin dalam waktu 13 jam. Lumayan singkat. Tapi gw puas banget, karena bisa maen versi lain dari Final Fantasy, yaitu versi action. Trus ceritanya juga bagus. Score : 8,3

credits : Tante Iis yang sudah berbaik hati meminjamkan DVD gamenya ke awa :)

sebuah cerita

Dapet dari forum psikologinya rileks,

enjoy

______________________________________________

cartoon_duck-full

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan
apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku.”

Peter: “kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita
berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.” (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”
Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadipacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?”

Peter: “baiklah… lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa
bulan ke depan.”

Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini
akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”

Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi
maen deh. katanya film itu bagus”

Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya…ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”

Peter : “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang
sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter.
Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya.
Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.
Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan
bintang dalam pelukannya.
Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu
dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang
langit, dan melihat bintang jatuh.
Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter.
Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul
dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter
terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup
lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.
Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal.
Sang peramal hanya mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”
kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.
Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain.
Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan
tangan,merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah
lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan
sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: “Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. “
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja.
Kamu mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota
hari ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan
itu adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik.
Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput.
Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.”
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat
tetapi terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang
sangat dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai,Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah
99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
Tina, Aku sayang kamu…!”

Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…

PS:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

Posted in curhat. 2 Comments »

Tunggu bentar yaa . .

waiting

Gw udah lama ga bahas ginian, sekali2 flashback ah, mumpung status masih “single” baik secara de jure maupun de facto :) .

Ada fenomena yang menarik yang bisa gw amati dengan beberapa wanita yang ada di sekitar gw. Ups, tunggu dulu, sebelum melangkah terlalu jauh, gw tekankan dulu di sini, ini cuma opini pribadi gw, kalo ada ketidaksesuaian ato malah ‘pas’ dengan aslinya, mohon dipermaafken.

Fenomena ini adalah saat dimana cewe bilang : “Tunggu bentar ya . .” Ini biasa terjadi pas gw lagi ngajak seorang cewe pergi, entah cuma ngajak sarapan, jalan2, dinner, ato apalah, pokoke pergi dari rumah lah. Tahukah kalian wahai para wanita, bahwa cowok itu biasanya mengartikan ‘bentar‘ itu dengan 5-10 menit lah. Tapi kejadian di lapangan, ‘bentar’ itu kadang bisa berubah menjadi 1 jam, 2 jam, ato bahkan rekor gw menunggu : 3 jam!!

Alasan yang diungkapkan biasanya sama : “Sorry, tadi siap2 dulu . .”. Iya se, biasanya itu semua akan terbayar saat ketemu, dan ngeliat penampilan si dia yang WOW! Gw dulu ga pernah nyesel nungguin mantan gw siap2 :) . Tapi, tahukan kalian wahai para wanita, bahwa bagi kami, menunggu itu adalah pekerjaan yang sangat mengesalkan.

Kadang gw pengen ngajak cewe gw buat makan siang, ato makan malem, dan niat itu tu munculnya tiba2. Misal gw lagi balik dari kantor, laper, pengen makan, pasti ingetnya “ah, pengen makan sama cewe gw ah”. Pas ditelpun jawabnya seh “Ok, yu aku temeni makan, tapi bentar ya, aku mandi dulu”. Kejadian sesungguhnya : Gw pulang, sampe rumah, sempet nonton knight rider dulu 3 episode (3×45 menit – -” ), trus akhirnya gw mandi dulu.

Pas akhirnya di miscal, gw turun, ternyata beliaunya udah nunggu dengan dandanan siap pergi, padahal niatnya cuma pengen ngajak makan nasi goreng depan kosan :) ). Yah, it was sweet though :) . Akhirnya gw ga tega, trus kita jadinya pergi ke Suis Butcher, kasian dandannya, ahahaha.

Gw jadi kadang bingung, pengen ngajak makan bareng, ato pengen minta ditemenin ke BEC ato gimana, tapi kalo ngitung estimasi waktu ‘nunggu’nya itu, kayanya gw udah keburu selesai duluan de. Jadi mending gw selesaiin sendiri, baru kalo pengen pergi berdua, kasi tau dulu seminggu sebelumnya (berlebihan deng . .).

Bahkan fenomena ini ga cuma terjadi ama cewe gw. Gw pernah ngajak makan temen gw, cuma pengen makan nasi padang. Pas itu gw udah lapar mampus karena belum makan siang, dan itu udah jam 5 sore. Rencana gw : gw pulang kantor, jam 5, dia juga udah selesai ngantor jam segitu, gw jemput, kita langsung makan. Ternyata kejadian di lapangan, ada sms : “bro, gw pulang dulu ke kosan de, mau ganti baju dulu”. – -”

Mbak-mbak, sebenernya tanpa mbak harus ganti baju dulu lah, mandi dulu lah, dandan dulu lah, dengan kehadiranmu di deket aku, itu udah SANGAT cukup. Kalo mau bikin acara apa2, harus nunggu 1-2 jam dulu, kadang itu udah bikin males dulu. So, be wise ya :)

Posted in curhat. 7 Comments »

[Movie Review] Defitely Maybe (2008)

Salah satu film yang berkesan buat gw : Definitely Maybe. Film ini diawali dengan percakapan antara seorang ayah dengan putrinya, Maya (Abigael Breslin). Gadis kecil itu dihadapkan dengan sebuah konflik dimana ayah ibunya akan bercerai. Karena itu, Maya ingin tahu, bagaimana kehidupan ayahnya, William Hayes (Ryan Reynolds) sebelum menikah, dan bagaimana ayahnya bertemu dengan ibunya.

Cerita pun berjalan mundur, ke waktu dimana Hayes masih muda. Pertama dia punya pacar Emily (Elizabeth Banks), mereka berdua sudah mulai mapan, sampai akhirnya Hayes harus pergi ke kota untuk menjadi tim kampanye. Di kota Hayes dikenalkan oleh Emily ke salah satu temannya, Summer (Rachel Weisz, damn! cantik banget!). Rachel adalah seorang journalist, smart, cantik, dan menarik. Dan di lingkungan kerjanya, Hayes juga berkenalan dengan seorang gadis tukang fotocopy bernama April (Isla Fisher). Cara kenalannya lucu, bertaruh rokok siapa yang paling tahan lama, hahaha.

Sepanjang film, kita akan berada di posisi Maya, si gadis kecil. Yang terus menebak, siapa di antara wanita di cerita ayahnya yang akan menjadi ibunya. Nama ketiga wanita itu disamarkan, tapi kita senantiasa diberi clue-clue yang membuat kita penasaran. Bersama Maya, kita ikut membuat check list, wanita mana yang paling sesuai untuk jadi ibunya. Apakah Emily, cinta pertama, April yang kekanak-kanakan, ataukan Summer yang cantik, smart dan dewasa.

Ada beberapa hal yang menarik di film ini. Yang paling terlihat adalah acting pemainnya yang sangat bagus, serta chemistry yang sangat kuat di antara mereka. Terutama hubungan ayah dan anak yang diperankan dengan sangat apikoleh Hayes (Ryan) dan Maya (Abi). Relasi antara Hayes dan wanita-wanita yang singgah di hidupnya juga digambarkan dengan sangat apik oleh sang sutradara, Adam Brooks. Pertemuan demi pertemuan dibuat menjadi sangat alami, menarik, tidak dibuat-buat. Sepanjang film kita akan selalu dibuat menebak-nebak, apakah ini si Ibu yang dimaksud? Dan kita baru akan tahu jawabannya di akhir film.Semua cerita di film ini diracik dengan baik, dan menggelitik. Alurnya berjalan dengan ringan, sehingga kita bisa mengikuti film ini tanpa harus mengerutkan kening.

Satu hal yang membuat film ini istimewa untuk saya. Yaitu endingnya. Saat anda sudah bisa berkata : “Wah, filmnya baguuuss”, ternyata belum selesai sampai disitu. Penonton masih disuguhi dengan sebuah perjalanan singkat, yang menghubungkan semua relasi yang ada di film itu. Bagian inilah yang membedakan film ini dengan film-film drama lainnya.

Sebuah film yang pantas untuk ditonton dengan kekasih anda di akhir pekan, ato ditonton sendiri, dan anda akan tersenyum simpul di akhir film itu.

ps : susah banget gw nulisnya, tanpa berusaha ngasih spoiler – -”